Tata
Laksana
Tata laksana merupakan terjemahan dari
kata management, artinya pengelolaan. Manajemen bukan semata-mata konsumsi para
manager di perusahaan-perusahaan tetapi diperlukan semua orang. Tata laksana
merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur yang berguna untuk
menghasilkan efektivitas dan efisiensi setiap pekerjaan agar mendapat hasil
yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya.
Berbeda dengan sikap mental dan
kepemimpinan yang termasuk dalam klasifikasi nilai atau kualitas, maka
manajemen merupakan pengetahuan bersifat praktis. Kalau sikap mental berada di
dalam (jiwa), manajemen terdapat di luar, mirip keterampilan teknis atau keprigelan
Manajemen kegunaannya juga sangat
universal, dan semua orang atau organisasi memerlukan manajemen. Bila manajemen
terabaikan, maka sebuah organisasi akan menjadi kacau dan morat-marit.
Perusahaan tanpa manajemen yang baik, bias dipastikan akan mengalami hambatan
besar dalam perkembangannya. Oleh sebab itu, setiap orang yang ingin memulai
usaha harus mewaspadai aspek tata laksana sedini mungkin. Mulailah kegiatan
manajemen seketika pada saat perusahaan baru saja dimulai, sekecil
apapun ukurannya.
Keterampilan
Lapisan terluar dari struktur
prioritas adalah keterampilan. Keterampilan teknis yang meliputi keterampilan
perorangan yang melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memproduksi
sesuatu, baik secara fisik dan non fisik
termasuk keterampilan manajerial dan keterampilan pemasaran jelas
merupakan faktor yang amat penting, karena disinilah nantinya kualitas produk
ditentukan tinggi rendahnya.
Banyak pihak berpendapat bahwa dengan
berbekal penguasaan keterampilan, seseorang pasti bisa menjdi enterpreuneur
(wiraswastawan) yang berhasil. Namun demikian, kalau kita mau meneliti lebih
jauh ternyata keberhasilan-keberhasilan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh
keterampilan semata melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si
pengusaha. Keterampilan hanyalan sarana, sehingga tidak cukup untuk mengantar
orang ke jenjang kehidupan yang sukses, terutama kehidupan dalam dunia usaha.
Ada tiga hal yang memungkinkan
seseorang baik terampil maupun tidak, untuk bisa tampil sebagai tokoh yang
sukses atau orang berkecukupan, yaitu :
1.
Memanfaatkan Leadership yang berasal dari diri
sendiri
2.
Memanfaatkan Leadership orang lain
3.
Faktor
keberuntungan (luck and hoki)
Semua disiplin ilmu tidak
memperhitungkan adanya factor keberuntungan, demikian juga dengan ilmu
kewiraswastaan. Rata-rata orang besar dan tokoh wiraswastaan sejati
mengandalkan sepenuhnya pada jiwa kepeloporan yang dimiliki oleh diri sendiri
sehingga mencapai tingkat kemapanan.
Naluri
Kewirausahaan
Setiap kegiatan yang mempunyai bobot
persaingan, memerlukan ketajaman naluri. Demikian juga dengan
wiraswastaanpengusaha bersaing bukan hanya dengan perusahaan-perusahaan
pesaing, tetapi juga dengan keadaan dan situasi-situasi tertentu seperti moneter,
ekonomi, politik perubahan kebijakan pemerintah, dan lain-lain. Untuk dapat
mengantisipasi setiap perkembangan jyang mungkin terjadi, seorang wiraswastaan
perlu melatih naluri kewirausahaannya, agar selalu siap menghadapi hal apapun
dan tetap bertahan hidup.
Inti
Wiraswasta
Fungsi manusia akan tumbuh sempurna
bila pembinaan dilaksanakan menuruti 4 tahap prioritas yaitu sikap mental,
kepemimpinan, tata laksana serta keterampilan. Sebaliknya, ketidaksempurnaan
dan kerusakan atau kehilangan dari salah satu unsure tersebut, akan
mengakibatkan hal-hal negative pada manusia yang bersangkutan, bahkan bias
fatal.
Empat lapis prioritas diatas
sebenarnya dapat disederhanakan menjadi hanya 2 (dua) kelompok, karena pada
dasaranya dua yang pertama dan dua yang terakhir berasal dari rumpun yang sama.
Pengelompokan itu terdiri dari:
1.
Kelompok Sikap Mental yang
mencakup lapisan sikap mental itu sendiri dan unsure kepemimpinan atau
Leadership dan
2.
Kelompok Ilmu Pengetahuan, yang
terdiri dari lapisan manajemen dan keterampilan.
Sumber: Silabus.upi.edu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar