Pasar merupakan lingkungan jual beli yang
terbentuk dari kelompok-kelompok konsumen tertentu. Secara umum, praktis ada
tiga jenis pasar yang bias kita pilih untuk berbisnis :
1.
Pasar Pemerintahan
Pasar pemerintah adalah suatu lingkungan jual beli yang prosfeknya
terdiri dari instansi-instansi pemerintah, antara lain departemen-departemen,
lembaga-lembaga dan non-departemen, lembaga penelitian, pemerintah daerahserta
angkatan bersenjata. Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak kita kelompokan
disini, karena melihat dari cara kerjanya BUMN lebih mirip dengan perusahaan
swasta.
Hampir semua prospek pada pasar pemerintah yang berupa
lembaga-lembaga non-profit, sebagaimana tersebut diatas, sepenuhnya mengandal
pada dana yang diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau
APBN yang disalurkan melalui Departemen Keuangan.
Pengusaha bias menjadi rekanan dari
instansi pemerintah untuk mendapatkan order atau pekerjaan. Pada beberapa
instansi yang dianggap mempunyai posisi strategis secara politis, pengusaha
bahkan diharuskan mengikuti semacam saringan yang disebut Litsus ( Penelitian
Khusus), sebelum dapat dimasukan sebagai rekanan yang terdaftar. Status bidang
usaha yang umum untuk menjadi rekanan instansi pemerintah antara lain pemborong
(kontraktor utama), pemasok (supplier, leveransir), konsultan, biro teknik
(untuk pekerjaan pemeliharaan peralatan), dan beberapa jenis lainnya.
Untuk berusaha dalam dasar pemerintah,
sebagaimana terjadi di pasar mana pun, keunggulan mutu produk akan sangat
menentukan, di samping teknik pendekatan yang benar. Setiap masa, cara
pendekatan pasar selalu berubah tergantung dari banyak hal yang mempengaruhi,
seperti situasi politik, pergeseran nilai-nilai moral masyarakat, dan lain
sebagainya.
2.
Pasar Swasta
Pasar swasta adalah
sebuah lingkungan jual beli yang prospeknya terdiri dari badan-badan usaha
milik swasta, badan usaha milik Negara yang mekanisme kerjanya mirip badan
swasta, serta organisasi-organisasi lain yang bekerja secara independen, di
luar tata cara dan prosedur yang dikendalikan langsung oleh pemerintah.
Berbeda dengan pasar
pemerintah, pasar swasta kebanyakan terdiri dari organisasi-organisasi yang
mencari laba (Profit Centre), perusahaan-perusahaan biaanya bekerja seefisien
mungkin, tata cara dan prosedur transaksi bisnis diatur sedemikian, sehingga
praktis, tidak bertele-tele atau birokratis, dan menghemat waktu.
Seperti pasar
pemerintah, pasar swasta bias menyerap kegiatan wiraswastaan yang berstatus
sebagai pemasok, konsultan, pemborong, kontraktor, dan lain-lain. Selain itu untuk bias unggul berusaha di
pasar swasta, factor utama yang menentukan adalah tingginya mutu produk yang
ditawarkan serta teknik pendekatan yang
baik.
3.
Pasar Masyarakat Umum
Pasar
masyarakat umum, atau pasar konsumen, merupakan pasar yang paling luas
jangkauannya, baik secara geografis maupun secara klasifikasi segmen paar.
Hamper semua komoditi kebutuhan manusia dari segala tingkat status social
tertampung pada pasar ini. Pendekatan bisnis yang lebih menetukan disini adalah
soal selera dan daya beli setiap lapisan masyarakat. Pasar jenis ini lebih
menggantungkan diri pada persaingan bebas. Kiat promosi yang bias menciptakan
merek (brand image) memastikan produk bersangkutan menjadi popular dan
digemari.
Karena
pada pasar ini lebih dominan factor persaingan bebasnya, maka relative
factor-faktor mafia-isme, “surat sakti” dan sebagainya, akan lebih kecil
pengaruhnya dibanding pada pasar pemerintahan ataupun swasta. Peluang yang
tersedia juga boleh dikata tidak terbatas, sehingga para wiraswastawan akan
mempunyai kesempatan sebebas-bebasnya dalam mencari terobosan-terobosan dan
inovasi-inovasi baru.
Sumber: Silabus.upi.edu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar