Tuhan menciptakan sebuah hati untuk manusia agar manusia tersebut merasakan sebuah rasa, rasa kebahagiaan yang begitu indah dan sebuah rasa kesedihan yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh manusia tersebut. Degan sebuah hati manusia akan menjadi kuat atau akan menjadi lemah dengan keadaan hatinya.
Hati mungkin menjadi sebuah komponen terpenting dalam kehidupan manusia, karena hati identik dengan perasaan kesedihan atau sebuah kebahagiaan yang selalu bisa diperlihat kepada orang lain. Mungkin perasaan itu tak selamanya itu adalah perasaan yang sejujurnya, karena sebuah senyum dan sebuah kesedihan bisa berbanding terbalik dengan perasaan hati yang sedang terjadi.
Akan tetapi hati bisa mengajarkan seseorang untuk menjadi lebih kuat atau malah sebaliknya, tergantung bagaimana orang tersebut menyikapi apa yang ia rasakan saat itu. Terkadang seseorang membutuhkan sosok seorang yang bisa untuk berbagi dalam hal suka dan duka.
Mungkin kita terkadang terlalu munafik untuk mengatakan kalau dalam beberapa waktu hati ini pernah tak sanggup untuk merakan perasaan yang terjadi. Kita seolah – olah membuat cerita bahwa diri ini ada dalam keadaan bahagia, tapi di saat orang lain tak ada di sekitar kita, kita terjatuh dan terpukul dengan hati yang begitu lemah.
Tuhan mencipkan sebuah hati yang dilengkapi dengan sebuah perasaan dalam hati itu bukan untuk menjadikan kita lemah. Tapi hati mengajarkan kita peka akan keadaan atau kekuatan perasaan yang sesunguhnya. Pahami isi hati anda, nikmati kesedihan yang terjadi dan jangan terlalu bangga akan kebahagian yang anda miliki. Agar hati ini menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam diri.