Hidup adalah mimpi

Sebuah perjalanan hidup yang di penuhi dengan mimpi - mimpi.

Rabu, 12 Februari 2014

Pembagian Pasar



Pasar merupakan lingkungan jual beli yang terbentuk dari kelompok-kelompok konsumen tertentu. Secara umum, praktis ada tiga jenis pasar yang bias kita pilih untuk berbisnis :
1.        Pasar Pemerintahan
Pasar pemerintah adalah suatu lingkungan jual beli yang prosfeknya terdiri dari instansi-instansi pemerintah, antara lain departemen-departemen, lembaga-lembaga dan non-departemen, lembaga penelitian, pemerintah daerahserta angkatan bersenjata. Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak kita kelompokan disini, karena melihat dari cara kerjanya BUMN lebih mirip dengan perusahaan swasta.
Hampir semua prospek pada pasar pemerintah yang berupa lembaga-lembaga non-profit, sebagaimana tersebut diatas, sepenuhnya mengandal pada dana yang diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN yang disalurkan melalui Departemen Keuangan.
Pengusaha bias menjadi rekanan dari instansi pemerintah untuk mendapatkan order atau pekerjaan. Pada beberapa instansi yang dianggap mempunyai posisi strategis secara politis, pengusaha bahkan diharuskan mengikuti semacam saringan yang disebut Litsus ( Penelitian Khusus), sebelum dapat dimasukan sebagai rekanan yang terdaftar. Status bidang usaha yang umum untuk menjadi rekanan instansi pemerintah antara lain pemborong (kontraktor utama), pemasok (supplier, leveransir), konsultan, biro teknik (untuk pekerjaan pemeliharaan peralatan), dan beberapa jenis lainnya.
Untuk berusaha dalam dasar pemerintah, sebagaimana terjadi di pasar mana pun, keunggulan mutu produk akan sangat menentukan, di samping teknik pendekatan yang benar. Setiap masa, cara pendekatan pasar selalu berubah tergantung dari banyak hal yang mempengaruhi, seperti situasi politik, pergeseran nilai-nilai moral masyarakat, dan lain sebagainya.
2.        Pasar Swasta
Pasar swasta adalah sebuah lingkungan jual beli yang prospeknya terdiri dari badan-badan usaha milik swasta, badan usaha milik Negara yang mekanisme kerjanya mirip badan swasta, serta organisasi-organisasi lain yang bekerja secara independen, di luar tata cara dan prosedur yang dikendalikan langsung oleh pemerintah.
Berbeda dengan pasar pemerintah, pasar swasta kebanyakan terdiri dari organisasi-organisasi yang mencari laba (Profit Centre), perusahaan-perusahaan biaanya bekerja seefisien mungkin, tata cara dan prosedur transaksi bisnis diatur sedemikian, sehingga praktis, tidak bertele-tele atau birokratis, dan menghemat waktu.
Seperti pasar pemerintah, pasar swasta bias menyerap kegiatan wiraswastaan yang berstatus sebagai pemasok, konsultan, pemborong, kontraktor, dan lain-lain.  Selain itu untuk bias unggul berusaha di pasar swasta, factor utama yang menentukan adalah tingginya mutu produk yang ditawarkan  serta teknik pendekatan yang baik.
3.        Pasar Masyarakat Umum
Pasar masyarakat umum, atau pasar konsumen, merupakan pasar yang paling luas jangkauannya, baik secara geografis maupun secara klasifikasi segmen paar. Hamper semua komoditi kebutuhan manusia dari segala tingkat status social tertampung pada pasar ini. Pendekatan bisnis yang lebih menetukan disini adalah soal selera dan daya beli setiap lapisan masyarakat. Pasar jenis ini lebih menggantungkan diri pada persaingan bebas. Kiat promosi yang bias menciptakan merek (brand image) memastikan produk bersangkutan menjadi popular dan digemari.
Karena pada pasar ini lebih dominan factor persaingan bebasnya, maka relative factor-faktor mafia-isme, “surat sakti” dan sebagainya, akan lebih kecil pengaruhnya dibanding pada pasar pemerintahan ataupun swasta. Peluang yang tersedia juga boleh dikata tidak terbatas, sehingga para wiraswastawan akan mempunyai kesempatan sebebas-bebasnya dalam mencari terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi baru.
Sumber: Silabus.upi.edu

Senin, 03 Februari 2014

Medan Usaha



Jika Seorang pengusaha memutuskan untuk terjun ke salah satu bidang usaha, maka terlebih dahulu ia perlu melakukan penjajakan dari yang mulai makro seperti situasi ekonomi, pembagian sector dan segmen pasar , budaya bisnis dikalangan pengusaha sampai pada yang mikro seperti perilaku calom konsumen, tata cara dan prosedur kerja mereka bahkan kebiasan yang sudah baku yang dipatuhi oleh semua pelaku bisnis.
1.      Komitmen
Komitmen merupakan satu hal dasar yang penting dalam kewiraswastaan. Setiap kandidat wirausahawan, harus mempunyai komitmen penuh atau kebulatan tekad yang mantap pada bidang pilihannya. jika tidak memiliki kebulatan tekad maka hal demikian akan membawa dampak tidak efektifnya misi kewiraswastaan itu sendiri. Selain itu kesungguhan mutlak diperlukan, kalau tidak, kewiraswastaan itu akan menjadi symbol dari suatu kegiatan yang tidak menghasilkan apa-apa.
Hasil berwiraswasta yang maksimal hanya bias diperoleh bila sipengusaha benar-benar serius menjalankan perusahaan, dan teguh dalam pendiriannya. Selain berkonsentrasi penuh pada aktivitas usaha, sedapat mungkin ia juga harus dapat mematikan mata dan telinga dari godaan-godaan berupa provokasi atau terror. Pada hakikatnya hanya orang dengan sikap mental yang baik maka akan mampu menunjukan komitmen yang baik pula.
Komitmen merupakan factor yang amat diperlukan untuk bias menjadikan seseorang menjadi tokoh sukses. Bersama-sama dengan leadership, komitmen membentuk figure manusia berkemauan keras, yang juga tidak akan terpengaruh oleh kondisi enak yang diperlihatkan oleh orang lain. Namun demikian, komitmen tidak boleh diartikan secara kaku. Seseorang yang sudah berikrar untuk menjadi pengusaha, tidak berarti ia tidak boleh mengawali prestasi kewiraswastaannya itu dengan jalan bekerja terlebih dahulu. Sebab, dengan bekerja ia bias mengumpulkan uang guna dipakai sebagai modal.
2.      Kesenjangan
Pada masa permulaan orde baru, prioritas pembenahan Negara adalah menata kembali kondisi ekonomi dengan cara mengundang modal asing untuk masuk di Indonesia. Usaha ini ternyata tidak mudah, untuk beberapa waktu lamanya, kebimbangan investor luar negeri menjadi kendala serius dikarenakan tidak ada jaminan bahwa investasi mereka itu akan aman. Namun karena kegigihan Pemerintah mempromosikan tentang jaminan kestabilitasan poitik dalam negeri, maka investorpun mulai meningkat.
Seiring dengan perkembangan ekonomi Negara, para pelaku bisnis yang  merupakan kelompok bermodal dan sudah terbiasa bertindak cepat, tanggap terhadap segala gejala dan keadaan, bekerja keras serta sadar terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Mendapat angin segar dari pemerintah, tapi tidak untuk semua lapisan masyarakat siap dan menyadari perubahan, sehingga membawa dampak dikemudian hari yaitu kesenjangan baik ekonomi dan social.
3.      Pribumi dan Non Pribumi
Dalam ilmu kewiraswastaan topic pribumi dan non-pribumi tidak disoroti dari segi politiknya melainkan dari ilmu pengetahuan kewiraswastaan. Isu pri dan non-pri juga akan disoroti dari segi sosio-kultural, yaitu mempelajari segala cirri budaya (terutama budaya kerja), pandangan hidup, falsafah, tradisi kemasyarakatan serta segi-segi spriritual dari suatu kelompok etnis tertentu.
Sumber: Silabus.upi.edu

Mengenal Peluang Usaha



Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan berpikir secara positif dan kreatif, diantaranya :
1.      Harus percaya diri dan yakin bahwa usaha ini dapat dilaksanakan
2.      Harus menerima gagasan baru
3.      Harus bertanya kepada diri sendiri
4.      Harus mendengarkan saran-saran orang lain.
5.      Harus mempunyai etos kerja yang baik
6.      Pandai berkomunikasi.
                        Dengan tersedianyainformasi intern dan ekstern, maka wirausahawan dapat mengetahui :
1.      Di mana ada peluang (opportunity)
2.      Apa saja yang akan mengancam dunia (threat)
3.      Adakah kekuatan (sterngth) yang mendukung usaha
4.      Adakah kelemahan (weakness) yang membatasi atau menghambat kemampuan.
            Ada beberapa resiko yang mungkin terjadi dalam usaha, berikut ini adalah resiko yang suka terjadi dalam dunia usaha diantaranya :
1.      Perubahan permintaan
2.      Perubahan konjungtor
3.      Persaingan
4.      Akibat lain

Faktor-Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
1.      Keberhasilan Usaha
                                       Keberhasilan usaha yang dipengaruhi oleh beberapa hal :
a.       Percaya dan yakin bahwa usaha dapat dilaksanakan
b.      Menerima gagasan baru di dalam dunia usaha
c.       Instropeksi diri
d.      Mendengarkan sran-saran orang lain
e.       Bersemangat dan bergaul.
No
Karakteristik Profil
Ciri Wirausahawan Sukses yang Menonjol
1

2

3

4

5

6

7
Percaya diri

Pemecahan masalah

Berprestasi tinggi

Pengambilan resiko

Ikatan emosi

Pencari status

Tingkat energi tinggi
Mengendalikan tingkat percaya dirinya tinggi dalam mencapai sukses
Cepat mengenali dan memecahkan masalah yang dapat menghalangi kemampuan tujuannya
Bekerja keras dan bekerja sama dengan para ahli untuk meperoleh prestasi
Tidak takut mengambil resiko, tetapi akan menghindari resiko tinggi jika dimungkinkan
Tidak akan memperbolehkan hubungan emosional yang menggangu suksesnya usaha
Tidak akan memperboilehkan hubungan emosional yang mengganggu misi suksesnya usahanya
Berdedikasi tinggi dan bekerja tanpa berhitung waktu untuk membangun usahanya

2.      Kegagalan Usaha
No
Karakteristik Kegagalan
Ciri Kegagalan Kewirausahaan
1

2

3

4

5
6
7
8
Dedikasi

Pengendalian usaha atau bisnis

Pengamatan manajemen

Pengelolaan piutang

Memperluas usaha berlebihan
Perencanaan keuangan
Lokasi usaha
Pembelanjaan besar
Meremehkan waktu dan dedikasi dalam memulai usaha
Gagal mengendalikan aspek utama usaha atau bisnis
Pemahaman umum terhadap disiplin manajemen rata-rata kurang
Menimbulkan masalah arus kas buruk mereka dengan kurangnya perhatian akan piutang
Memulai perluasan usaha yang belum siap
Meremehkan kebutuhan usaha
Lokasi yang buruk
Menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi

Pemanfaatan Peluang Secara Kreatif dan Inovatif
            Terdapat beberapa peluang usaha yang bisa dimanfaatkan secara kreatif dan mampu menghasilkan nilai tambah, antara lain sebagai berikut :
1.      Memanfaatkan barang bekas
2.      Memanfaatkan barang yang tersedia atau disediakan oleh alam
3.      Memanfaatkan kejadian atau peristiwa yang ada disekitar
            Dalam proses penerapan kemampuan berinovasi, menurut Kuratko (1995) ada empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan, yaitu sebagai berikut :
1.      Invensi (penemuan)
2.      Ekstensi (pengembangan)
3.      Duplikasi (penggandaan)
4.      Sintetis

Pengembangan Ide Kreatif dan Inovatif
            Kreatif merupakan cara berpikir yang mwnghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru dan seni baru. Ciri orang kreatif diantaranya :
1.      Fleksibel dan tidak kaku
2.      Tidak konvensional
3.      Eksentrik
4.      Bersemangat
5.      Bebas dari aturan tertentu
6.      Berpusat pada diri sendiri
7.      Bekerja keras
8.      Berdedikasi tinggi
9.      Intelegen
Sumber: Silabus.upi.edu