Hidup adalah mimpi

Sebuah perjalanan hidup yang di penuhi dengan mimpi - mimpi.

Jumat, 03 Januari 2014

Pengertian Modal Usaha



Modal dari bahasa Tamil, yang berarti “dasar”, “kaki” memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting.
enis-jenis modal menurut Bambang Riyanto (1993) terdiri dari :
1.        Modal Asing/Utang :
Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut merupakan utang yang pada saatnya harus dibayar kembali. Selanjutnya modal asing atau utang ini dibagi lagi menjadi tiga golongan yaitu :
a.         Modal asing/utang jangka pendek (short-term debt) yaitu jangka waktunya pendek berkisar kurang dari 1 tahun.
b.         Modal asing/utang jangka menengah (intermediate- term debt) dengan jangka waktu antara 1 sampai 10 tahun.
c.         Modal asing/utang jangka panjang (long- term debt) dengan jangka waktu lebih dari 10 tahun.
2.        Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Oleh karena itu modal sendiri ditinjau dari sudut likuiditas merupakan “dana jangka panjang yang tidak tertentu likuiditasnya. Modal sendiri yang berasal dari sumber intern (dari dalam perusahaan) yaitu modal yang dihasilkan sendiri di dalam perusahaan dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Modal sendiri yang berasal dari sumber ekstern ialah modal yang berasal dari pemilik perusahaan yang bentuknya tergantung dari bentuk hukum perusahaan misalnya PT, Firma, CV dan perusahaan perseorangan. Perusahaan berbentuk PT, modal yang berasal dari pemiliknya adalah modal saham; bentuk firma ialah modal berasal dari anggota Firma; bentuk CV ialah modal yang berasal dari anggota bekerja dan anggota diam/komanditer ; bentuk perusahaan perseorangan modalnya berasal dari pemiliknya sendiri dan bentuk koperasi modal sendiri berasal dari simpanan-simpanan pokok dan wajib yang berasal dari anggotanya. Modal sendiri di dalam perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) terdiri dari :
a.         Modal saham
Saham adalah tanda bukti penyertaan modal dalam suatu PT. Bagi perusahaan bersangkutan akan menerima hasil penjualan saham yang akan terus tertanam di dalam perusahaan, sedangkan bagi pemegang saham itu sendiri bukanlah penanaman yang permanen karena setiap waktu pemegang saham dapat menjual sahamnya.
Jenis-jenis saham sebagai berikut :
1)        Saham biasa (common stock).
2)        Saham preferen (preferred stock)
3)        Saham kumulatif preferen (cumulative preferred stock)
b.         Cadangan
Cadangan di sini dimaksudkan sebagai cadangan yang dibentuk dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan selama beberapa waktu yang lampau atau dari tahun yang berjalan. Tidak semua cadangan termasuk dalam pengertian modal sendiri. Cadangan yang termasuk dalam modal sendiri antara lain :
1)        Cadangan ekspansi
2)        Cadangan modal kerja
3)        Cadangan selisih kurs
4)        Cadangan untuk menampung hal-hal atau kejadian-kejadian yang tidak diduga sebelumnya.
c.         Laba ditahan
Keuntungan yang diperoleh oleh suatu perusahaan dapat sebagian dibayarkan sebagai deviden dan sebagian ditahan oleh perusahaan. Apabila penahanan keuntungan tersebut sudah dengan tujuan tertentu, maka dibentuklah cadangan sebagaimana diuraikan di atas. Apabila perusahaan belum mempunyai tujuan tertentu mengenai penggunaan keuntungan tersebut, maka keuntungan tersebut merupakan keuntungan yang ditahan (retained earning). Di dalam neraca sering cadangan dan laba ditahan dijadikan satu dalam pos “retained earning” atau pos sisa-sisa laba, misalnya sisa laba tahun 1998,1999,2000. Adanya keuntungan akan memperbesar “retained earning” yang berarti hal ini akan memperbesar modal sendiri. Sebaliknya adanya kerugian yang dialami akan memperkecil “retained earning” yang berarti akan memperkecil modal sendiri. Dapatlah disimpulkan bahwa adanya saldo laba akan memperbesar modal sendiri dan adanya saldo kerugian akan memperkecil modal sendiri.

Sumber Modal
1.        Sumber Internal
Sumber penawaran modal ditinjau dari asalnya pada dasarnya dapat dibedakan dalam sumber intern (internal sources) dan sumber ekstern (external sources). Modal yang berasal dari sumber intern adalah modal atau dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. Sumber intern atau sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan adalah keuntungan yang ditahan (retained net profit) dan akumulasi penyusutan. (accumulated depreciations). Sebenarnya ditinjau dari penggunaannya atau bekerjanya kedua dana tersebut di dalam perusahaan tidak ada bedanya. Berikut ini akan dijelaskan ke dua jenis modal yang berasal dari sumber intern perusahaan yaitu :
a.         Keuntungan/Laba ditahan
Keuntungan/laba yang ditahan adalah besarnya laba yang dimasukkan dalam cadangan atau ditahan, selain tergantung kepada besarnya laba yang diperoleh selama periode tertentu, juga tergantung kepada kebijakan deviden (dividend policy) dan kebijakan penanaman kembali (plowing back policy) yang dijalankan oleh perusahaan yang bersangkutan. Meskipun laba yang diperoleh selama periode tertentu besar, tetapi oleh karena perusahaan mengambil kebijakan bahwa sebagian besar dari laba tersebut dibagikan sebagai dividen maka bagian laba yang dijadikan cadangan adalah kecil. Hal ini berarti sumber intern yang berasal dari cadangan adalah kecil jumlahnya. Secara umum pelaksanaan plow backpolicy dalam perusahaan berpedoman pada :
1)        Hendaknya dijalankan selama dapat diinvestasikan dengan rate of return yang lebih tinggi daripada cost of capital –nya.
2)        Hendaknya dapat menstabilkan deviden
3)        Hendaknya merupakan persiapan untuk menghadapi keadaan darurat atau untuk ekspansi.
b.         Depresiasi
Sumber intern selain berasal dari laba/cadangan juga berasal dari akumulasi penyusutan /depresiasi. Besarnya akumulasi depresiasi yang terbentuk dari depresiasi setiap tahunnya adalah tergantung kepada metode depresiasi yang digunakan oleh perusahaan bersangkutan. Sementara sebelum akumulasi depresiasi itu digunakan untuk mengganti aktiva tetap yang akan diganti, dapat digunakan untuk membelanjai perusahaan meskipun waktunya terbatas sampai saat penggantiantersebut. Selama waktu itu akumulasi depresiasi merupakan sumber penawaran modal di dalam perusahaan sendiri. Makin besar jumlah akumulasi depresiasi berarti makin besar “sumber intern” dari dana yang dihasilkan di dalam perusahaan yang bersangkutan.
2.        Sumber Eksternal
Sumber ekstern adalah sumber modal yang berasal dari luar perusahaan. Dana yang yang berasal dari sumber ekstern adalah dana yang berasal dari kreditur dan pemilik, peserta atau penanam saham di dalam perusahaan. Modal yang berasal dari kreditur adalah utang bagi perusahaan yang bersangkutan dan modal yang berasal dari kreditur tersebut adalah apa yang disebut sebagai modal asing. Metode pembelanjaan perusahaan dengan menggunakan modal asing dinamakan debt-financing. Dana yang berasal dari pemilik, peserta atau penanam saham di dalam perusahaan adalah merupakan dana yang akan tetap ditanamkan dalam perusahaan yang bersangkutan, dan dana ini dalam perusahaan tersebut akan menjadi “modal sendiri”. Dengan demikian pada dasarnya dana yang berasal dari sumber eksternal adalah terdiri dari modal asing dan modal sendiri.
Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/04/29/definisi-modal-usaha-551168.html

Cara Mengatasi Modal Usaha Yang Minim



Modal, modal, dan modal merupakan salah satu faktor vital yang harus dimiliki seorang calon pengusaha. Tanpa ketersediaan modal yang cukup, khususnya uang, maka segala cita-cita membangun sebuah bisnis impian bisa hanya tinggal mimpi belaka. Tak semua orang beruntung terlahir dengan ketersediaan sumber daya yang mencukupi. Sebagian besar harus memulai membangun bisnisnya dengan modal yang pas-pasan, atau bahkan kurang. Oleh karena itu, banyak diantaranya mengurungkan niatnya untuk membuka sebuah usaha karena merasa ragu dan takut tidak mempunyai dukungan dana yang  kuat. Namun, jika anda memiliki ide briliant, inovatif, mimpi yang besar, dan percaya bahwa apa yang anda rencanakan akan menghasilkan sesuatu yang besar dan sukses, maka cobalah berani untuk membangun bisnis meskipun dengan modal yang minim. Galilah sebanyak-banyaknya solusi dan siasat agar hasrat anda dalam membuka sebuah usaha tidak padam lantaran karena kekurangan modal. Berikut ini mungkin menjadi bahan inspirasi bagi anda dalam mensiasati dan mengakali minimnya modal yang anda miliki dalam memulai sebuah wirausaha:
1.      Dekati Kerabat dan Sahabat Anda
Tujuan utama mendekati kerabat dan sahabat anda adalah untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Jika anda memiliki reputasi baik, tentu tidak akan sulit memperoleh bantuan modal usaha tersebut. Presentasikanlah dengan sebaik-baiknya ide usaha yang ingin anda wujudkan kepada mereka, kemudian susunlah secara profesional rencana pengembangan dan pembagian hasil usaha yang akan diterima kerabat atau sahabat-sahabat anda. Syukur-syukur mereka meminjamkan modal dengan cuma-cuma atau tanpa bunga.
2.      Cari Rekanan Bisnis
Selain keluarga dan sahabat, anda juga harus aktif mencari dan mendekati orang-orang yang bisa diajak untuk membangun bisnis bersama. Semakin banyak orang yang anda ajak bekerjasama, tentu modal yang dikumpulkan akan semakin besar. Meskipun nantinya hasil usaha yang anda peroleh harus dibagi-bagi, namun hal tersebut adalah langkah awal yang baik dalam belajar membangun bisnis yang kuat.
3.      Manfaatkan Tempat Usaha
Selain uang, tempat usaha adalah salah satu modal yang juga diperlukan dalam membangun sebuah usaha. Jika uang anda tidak mencukupi untuk membeli atau menyewa sebuah tempat usaha, maka anda bisa memanfaatkan ruang kosong di rumah anda sebagai alternatif sementara. Hal ini sering dikenal dengan istilah SOHO (Small Office Home Office).
4.      Pekerjakan Staf dengan Sistem Bagi Hasil
Jika keadaan modal anda tidak akan mencukupi untuk membayar karywan anda dengan gaji yang pantas, maka anda bisa tetap menarik minat mereka untuk bekerja dalam bisnis anda dengan sistem bagi hasil. Hal ini tentu dapat membuat semangat kerja mereka lebih on fire karena tertarik dengan hasil maksimal jika mereka bekerja secara maksimal.
5.      Gunakan Media-media Gratisan
Cobalah cermati hal-hal yang bisa anda manfaatkan secara gratis namun berguna untuk bisnis anda. Misalnya dalam berpromosi, daripada membuat website berbayar, lebih baik menfaatkan blog, facebook atau situs gratis yang bisa membantu anda mempromosikan usaha, meskipun memiliki keterbatasan fitur. Dengan bantuan media-media gratisan tersebut, tentu dapat menghemat biaya pengeluaran anda.
6.      Cari Pekerjaan Sampingan
Tidak ada yang dapat menjamin sebuah bisnis yang dibangun akan menuai kesuksesan, meskipun disokong oleh permodalan yang besar. Oleh sebab itu, dalam memulai sebuah usaha dengan modal yang masih minim, ada baiknya anda tetap mencari uang tambahan dengan melakoni pekerjaan sampingan atau kerja paruh waktu. Selain berguna untuk menambah modal usaha anda, kerja paruh waktu juga dapat menjadi cadangan jika anda menghadapi situasi yang sulit, misalnya kinerja bisnis yang tidak sesuai harapan.
7.      Manfaatkan Program Bantuan Modal Usaha
Pemerintah dan lembaga-lembaga keuangan di Indonesia telah banyak mengeluarkan program-program bantuan modal usaha bagi para entrepreneur. Bunga yang dibebankan untuk modal usaha, terutama untuk UKM biasanya lebih ringan. Jadi manfaatkan sebaik-baiknya! Demikian sekilas kiat dan tips menyiasati kekurangan modal  yang sedang anda hadapi dalam membangun sebuah usaha.
Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/memulai-bisnis/cara-mengatasi-modal-usaha-yang-minim

 


Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa

Orang Tionghoa, khususnya yang hidup di perantauan, kerap dianggap bertangan dingin dalam berbisnis. Inilah 7 rahasia kaum Tionghoa menjadi pengusaha sukses!
1.        Terlibat Sejak Dini
Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan keluarga sejak dini adalah hal biasa. Bila seorang ayah membuka rumah makan, maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir. Begitu anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis di luar kepala dan menjalankannya tanpa canggung.
2.        Administrasi Dan Pembukuan Yang Baik
Sangat jarang toko yang dijalankan pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang. Sebab mereka menerapkan sistem administrasi barang yang baik. Sedangkan pembukuan yang baik membuat arus kas berjalan lancar.
3.        Dua Puluh Persen Biaya Hidup
Sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan kata lain sudah kaya raya), orang Tionghoa terbiasa hidup sederhana, yaitu dengan cara menggunakan hanya 20 persen dari penghasilan mereka. Bila punya pendapatan Rp 10 juta, maka yang digunakan untuk biaya hidup hanya Rp 2 juta saja dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.
4.        Berani Ambil Risiko
Keyakinan bahwa selalu ada kesempatan di setiap rintangan, membuat pengusaha Tionghoa lebih berani mengambil risiko. Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari kamus mereka.  
5.        Survei Dan Belajar
Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha tak segan bertanya dan belajar kepada siapa pun untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan dimulainya. Mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang usaha yang akan digeluti membuat usaha mereka cepat meroket, karena sudah tahu seluk beluknya.
6.        Pelayanan Terbaik
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika tak pandai tersenyum, jangan membuat toko.” Maksudnya, Anda harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa pelayanan yang memuaskan, dijamin pelanggan akan pindah ke toko sebelah.
7.        Memelihara Relasi
Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggannya. Hal sederhana yang acap dilakukan adalah memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski tak selalu berharga mahal, namun tetap akan meninggalkan kesan baik bagi pelanggannya, sehinga mereka ingin selalu kembali ke toko tersebut.
Sumber: http://www.pesona.co.id/karier.uang/keuangan.bisnis/tujuh.rahasia.sukses.pengusaha.tionghoa/004/003/8