Jika Seorang pengusaha
memutuskan untuk terjun ke salah satu bidang usaha, maka terlebih dahulu ia
perlu melakukan penjajakan dari yang mulai makro seperti situasi ekonomi,
pembagian sector dan segmen pasar , budaya bisnis dikalangan pengusaha sampai
pada yang mikro seperti perilaku calom konsumen, tata cara dan prosedur kerja
mereka bahkan kebiasan yang sudah baku yang dipatuhi oleh semua pelaku bisnis.
1. Komitmen
Komitmen merupakan satu hal dasar yang penting dalam
kewiraswastaan. Setiap kandidat wirausahawan, harus mempunyai komitmen penuh
atau kebulatan tekad yang mantap pada bidang pilihannya. jika tidak memiliki
kebulatan tekad maka hal demikian akan membawa dampak tidak efektifnya misi
kewiraswastaan itu sendiri. Selain itu kesungguhan mutlak diperlukan, kalau
tidak, kewiraswastaan itu akan menjadi symbol dari suatu kegiatan yang tidak
menghasilkan apa-apa.
Hasil berwiraswasta yang maksimal hanya bias diperoleh
bila sipengusaha benar-benar serius menjalankan perusahaan, dan teguh dalam
pendiriannya. Selain berkonsentrasi penuh pada aktivitas usaha, sedapat mungkin
ia juga harus dapat mematikan mata dan telinga dari godaan-godaan berupa
provokasi atau terror. Pada hakikatnya hanya orang dengan sikap mental yang
baik maka akan mampu menunjukan komitmen yang baik pula.
Komitmen merupakan factor yang amat diperlukan untuk
bias menjadikan seseorang menjadi tokoh sukses. Bersama-sama dengan leadership,
komitmen membentuk figure manusia berkemauan keras, yang juga tidak akan
terpengaruh oleh kondisi enak yang diperlihatkan oleh orang lain. Namun
demikian, komitmen tidak boleh diartikan secara kaku. Seseorang yang sudah
berikrar untuk menjadi pengusaha, tidak berarti ia tidak boleh mengawali
prestasi kewiraswastaannya itu dengan jalan bekerja terlebih dahulu. Sebab,
dengan bekerja ia bias mengumpulkan uang guna dipakai sebagai modal.
2.
Kesenjangan
Pada masa permulaan orde baru, prioritas pembenahan
Negara adalah menata kembali kondisi ekonomi dengan cara mengundang modal asing
untuk masuk di Indonesia. Usaha ini ternyata tidak mudah, untuk beberapa waktu
lamanya, kebimbangan investor luar negeri menjadi kendala serius dikarenakan
tidak ada jaminan bahwa investasi mereka itu akan aman. Namun karena kegigihan
Pemerintah mempromosikan tentang jaminan kestabilitasan poitik dalam negeri,
maka investorpun mulai meningkat.
Seiring dengan perkembangan ekonomi Negara, para pelaku
bisnis yang merupakan kelompok bermodal
dan sudah terbiasa bertindak cepat, tanggap terhadap segala gejala dan keadaan,
bekerja keras serta sadar terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Mendapat
angin segar dari pemerintah, tapi tidak untuk semua lapisan masyarakat siap dan
menyadari perubahan, sehingga membawa dampak dikemudian hari yaitu kesenjangan
baik ekonomi dan social.
3. Pribumi dan Non Pribumi
Dalam ilmu kewiraswastaan topic pribumi dan non-pribumi
tidak disoroti dari segi politiknya melainkan dari ilmu pengetahuan
kewiraswastaan. Isu pri dan non-pri juga akan disoroti dari segi
sosio-kultural, yaitu mempelajari segala cirri budaya (terutama budaya kerja),
pandangan hidup, falsafah, tradisi kemasyarakatan serta segi-segi spriritual
dari suatu kelompok etnis tertentu.
Sumber: Silabus.upi.edu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar